Posted on Leave a comment

Kronologi Seputar Krakatau yang Berakibat Banten dan Lampung

WAVE-PRAY-4-BANTEN-LAMPUNG
Tell your friends :

WAVE-PRAY-4-BANTEN-LAMPUNG

Saat ini, Indonesia sedang dirundung kedukaan yang teramat dalam. Telah terjadi tsunami di Banten dan Lampung yang menelan ratusan korban jiwa sekitar pukul 21.27 WIB malam, tsunami di Selat Sunda menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Banyak cerita terkait kronologi Tsunami Banten dan Tsunami Lampung. Dwikorita memaparkan pada Jumat (21/12/2018) sekitar pukul 13.51 WIB, BMKG telah mengumumkan erupsi gunung anak Krakatau dengan status level Waspada. “Kemarin pukul 13.51 WIB pada tanggal 21 Desember Badan Geologi telah mengumumkan erupsi gunung anak Krakatau dan levelnya pada level Waspada,” kata Dwikorita. Pada Sabtu (22/12/2018), kata Dwikorita, BMKG mengeluarkan peringatan dini sekitar pukul 07.00 WIB akan potensi gelombang tinggi di sekitar perairan Selat Sunda.

Menurut dia, sekitar pukul 09.00-11.00 WIB, tim BMKG ada yang sedang berada di perairan Selat Sunda melakukan uji coba instrumen. “Di situ memang terverifikasi bahwa terjadi hujan lebat dengan gelombang dan angin kencang, karena itu tim kami segera kembali ke darat,” ujarnya.  nSekitar pukul 21.03 WIB, BMKG mencatat erupsi gunung anak Krakatau. Di satu sisi sejumlah tide gauge (alat pendeteksi tsunami) BMKG menunjukkan ada potensi kenaikan permukaan air di pantai sekitar Selat Sunda. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa akibat tsunami di Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung terus bertambah. Ada sekitar 229 orang yang telah dinyatakan meninggal dunia akibat tsunami tersebut. “Total korban jiwa 229 orang meninggal dunia,” kata Kepala Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Senin (24/12/2018). Jumlah itu disebut Sutopo berdasarkan data yang dikumpulkan hingga pukul 23.30 WIB Minggu (23/12). Dia mengatakan saat ini data masih terus diperbarui. Selain korban tewas, Sutopo juga mengatakan 408 orang hilang, 720 orang luka-luka dan 4.411 orang mengungsi. Selain itu, total kerugian materil hingga malam tadi terdiri dari 528 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah hilang tersapu ombak, 82 unit rumah rusak ringan hingga 1 unit dermaga rusak berat.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan,” ucapnya. Sutopo mengatakan saat ini alat berat, dump truck, tenda pegungsi dan bahan pokok makanan jadi kebutuhan mendesak di lokasi. Sejumlah jalan juga masih belum bisa dilewati, seperti jalan penghubung Serang-Pandeglang yang terputus akibat tsunami, jalan Raya Tanjung Lesung karena pohon tumbang, hingga jalan Anyer depan Puri Retno dua yang masih belum bisa dilalui kendaraan umum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *